Sejarah

By Johannes V Sianturi 06 Des 2019, 23:56:07 WIB


Sejarah Singkat

Tahun 1909 terjadi epidemi disentri yang sangat berbahaya di Tanah Batak, korban yang terutama adalah di daerah Humbang, untuk melawan epidemi ini pemerintah dan Zending bekerjasama membangun Bangsal-bangsal, antara lain di Pangaribuan, Butar dan Dolok Sanggul dan Zending mengerjakan pengobatan dan Perawatan, Epidemi ini juga menjalar ke dataran tinggi Toba.
Hal ini menjadikan pekerjaan para dokter di Rumah Sakit Induk di Tarutung makin meluas, oleh karena itu didirikan “ Isolir Barake “ di daerah Toba yakni Balige.
Tanggal 01 Agustus 1918 “ Isolir Barake “ yang ada di Balige diputuskan Rumah Sakit Pembantu atau yang disebut sebagai Rumah Sakit HKBP Balige, dipimpin oleh K.H. WEISSENBRUCH (seorang misinar di setase Zending Balige), dengan daya tampung 10 orang.
Kemudian pada waktu Agresi Jepang Thn.1941 RS HKBP Balige diambil alih oleh Jepang dan dijadikan sebagai Rumah Sakit Militer Jepang hingga akhir perang dunia II



Pada bulan Agustus 1948 HKBP mengutus seorang pendeta untuk mengikuti rapat WCC (World Council of Churches) di Amsterdam Belanda.
Utusan tersebut menyempatkan diri berkunjng ke Wuppertal Jeman untuk berjumpa dengan pengurus RMG dan membicarakan hal-hal mengenai bangunan-bangunan seperti rumah sakit penolong, Poliklnik temasuk Rumah Sakit HKBP di Balige serta beberapa Rumah Sakit Penolong lainnya yang dibangun oleh RMG agar diserahkan kembali kepada HKBP.
Permintaan tersebut disetujui dan dituangkan dalam surat keputusan tertanggal. 1 Oktober 1949, surat keputusan inilah yang menjadi hak paten HKBP sebagai pemilik dan pengelola Rumah Sakit Balige.
Tanggal 1 Januari 1956 Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menyerahkannya kembali kepada HKBP. Kepala pelaksana di Rumah Sakit Balige dipegang oleh Bonifacius Siagian (Juru rawat kelas.I) kemudian pemerintah juga meminta tenaga dokter dari luar negeri dalam satu ikatan dinas.Tidak berapa lama seorang dokter dari A.stria. dr. Thierfelder datang melayani di Rumah Sakit HKBP di Balige, namun kehadiran beliau hanya sebentar saja. Reinische Missionsgeselischaft (RMG).

Yayasan Kesehatan HKBP

Pada Tanggal 19 Mei  2009 HKBP membentuk Yayasan  yang diberi Nama Yayasan Kesehatan Huria Kristen Batak Protestan yang disingkat dengan YK HKBP, Akta Pendirian Nomor : 31. Didepan Notaris ERITA WAGEWATI SITOHANG, SH. YK HKBP didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas ditentukan.Dan Nama Rumah Sakit HKBP Balige berubah menjadi Rumah Sakit Umum HKBP Balige
Pada Tahun 2017, Rumah Sakit Umum HKBP Balige telah lulus Akreditasi V 2012, Program Khusus Kelulusan Perdana.